Thursday, September 11, 2014

Sudirman Kawasan CBD yang Tak Tertandingi



Pada akhir 2014 jumlah pasokan ruang sewa kantor di Kawasan Central Business District/CBD dan luar wilayah CBD Jakarta akan mencapai sekitar 7,5 juta meter persegi atau nantinya meningkat menjadi 6,5 persen dari tahun sebelumnya.

Hasil riset Colliers International untuk ruang sewa kantor di Jakarta selama semester pertama 2014,  pasokan perkantoran diproyeksikan meningkat pesat dengan rata-rata 10,2 % per tahun. Hingga kuartal terakhir, wilayah CBD terus memberikan kontribusi paling tinggi untuk ruang perkantoran, terdiri dari 67,2 % dari seluruh pasokan di Jakarta. Lippo Kuningan, yang mulai beroperasi pada kuartal kedua 2014 adalah gedung kantor baru dengan kontribusi mencapai 30.500 meter persegi.
 

Berdasarkan status pembangunan yang terletak di CBD dari 2014-2018 terdapat 40 proyek gedung baru yang mempunyai luas total 2.460.000 m2, dan 30 gedung perkantoran dengan total 1,95 juta m2 dalam tahap pembangunan. Dengan hampir 80 % pembangunan pada kuartal kedua tahun ini, bisa dipastikan tambahan ruang kantor baru di kawasan ini akan selesai.

Sedangkan berdasarkan lokasinya, daerah Sudirman tetap menjadi penyumbang terbesar pasokan sewa kantor di CBD. Namun, kawasan Satrio dan Mega Kuningan belum terlihat pertumbuhan signifikan. Secara berurutan, beberapa kawasan itu mencatatkan pertumbuhan 137 % dan 100 % masing-masing dari 2014 sampai 2018.

Selain kawasan Satrio dan Mega Kuningan dengan ketersediaan tanah yang luas, wilayah Gatot Subroto juga akan menjadi koridor terdepan yang terus bertumbuh hingga 77 persen. Sudirman hanya akan memberikan kontribusi 47 persen, lebih besar dari Rasuna Said (32 persen) dan Thamrin (11 persen).

Ferry Salanto, Associate Director Colliers International mengatakan, “Total ruang sewa kantor di Jakarta sedikit meningkat, Rata-rata tarif sewa kantor Jakarta di kawasan CBD sekitar 2 persen pada kuartal ini, yaitu sebesar Rp 252,114 per meter persegi per bulan. Begitu juga rata-rata tarif sewa kantor di Jakarta dengan dollar AS yang sedikit naik senilai 36.32 dollar AS per meter persegi per bulan," tambah Ferry Salanto.

No comments:

Post a Comment